⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner Header Atas
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Hanya Selat Hormuz? Ini jalur minyak paling sibuk di Dunia

Headline69 Dilihat

nusantarasibernews.com, JAKARTA – Masyarakat global sedang khawatir menghadapi gangguan pasokan minyak dan bahan bakar, setelah Selat Hormuz di Timur Tengah ditutup akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Jalur perdagangan penting yang biasanya digunakan untuk mengangkut sekitar 20% minyak mentah dan gas alam dunia ditutup, sehingga mengganggu pasar energi global.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Tengah Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup khusus bagi kapal-kapal milik Amerika Serikat, Israel, Eropa, dan aliansi Barat mereka. Iran hanya akan memperbolehkan kapal-kapal yang memiliki bendera Tiongkok melewati selat tersebut.

Namun, tidak hanya Selat Hormuz yang paling berpengaruh dan ramai di dunia. Terdapat juga beberapa selat lainnya yang menjadi jalur utama pengangkutan minyak global.

Selat Malaka, yang terletak antara Malaysia dan Indonesia, merupakan jalur pengangkutan minyak paling sibuk di dunia, melayani sekitar 29,1% perdagangan minyak laut global.

Kira-kira satu perlima penggunaan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Sementara itu, sekitar 84% minyak mentah yang melalui selat tersebut ditujukan ke pasar Asia.

Pasar minyak sangat bergantung pada beberapa jalur laut sempit untuk memastikan pasokan tetap berjalan lancar. Jalur-jalur ini merupakan jalan utama dalam sistem energi global, yang mengangkut jutaan barel minyak setiap harinya.

Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) menggambarkan jalur lalu lintas minyak paling krusial di dunia serta bagian perdagangan minyak laut global.

Data ini menunjukkan jumlah minyak mentah dan cairan minyak yang melalui titik-titik penting di laut pada semester pertama tahun 2025, dihitung dalam juta barel per hari (mb/d), serta bagian mereka dari perdagangan minyak laut global.

Secara keseluruhan, sekitar 73 juta barel minyak per hari bergerak melalui titik-titik penting di laut, yang mencerminkan sebagian besar perdagangan minyak global melalui jalur laut.

Baca Juga  Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN, Ini Tanggapan AAUI

Berikut adalah daftar selat yang paling sibuk di dunia beserta volume minyak yang diperdagangkan:

Daftar Jalur Lalu Lintas Perdagangan Minyak yang Penting di Dunia

1. Selat Malaka: 23,2 juta barel per hari – 29,1%

2. Lautan Hormuz: 20,9 juta barel per hari – 26,2%

3. Tanjung Harapan (Cape of Good Hope): 9,1 juta barel per hari – 11,4%

4. Selat Denmark: 4,9 juta barel per hari – 6,1%

5. Saluran Suez dan Pipa SUMED: 4,9 juta barel per hari – 6,1%

6. Laut Mandeb: 4,2 juta barel per hari – 5,3%

7. Selat Turki (Dardanelles): 3,7 juta barel per hari – 4,6%

8. Saluran Panama: 2,3 juta barel per hari – 2,9%

1. Selat Malaka: Jalur Minyak Paling Sibuk

Selat Malaka, yang terletak antara Malaysia dan Indonesia, merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak di dunia. Sekitar 23,2 juta barel per hari melewati terusan sempit ini pada semester pertama tahun 2025, yang berkontribusi sekitar 29,1% terhadap perdagangan minyak laut global.

Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut China Selatan, sehingga menjadi rute krusial dalam pengiriman minyak ke Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Selat yang sempit serta lalu lintas yang padat menyebabkan kemungkinan terjadinya kemacetan dan ketegangan dalam hubungan geopolitik.

2. Selat Hormuz: Jalur Energi yang Sangat Penting

Selat Hormuz, yang berada di antara Oman dan Iran, melayani sekitar 20,9 juta barel per hari pada semester pertama tahun 2025, atau sekitar seperlima dari penggunaan minyak dunia.

Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, serta cukup dalam dan luas sehingga mampu menampung kapal tanker minyak terbesar di dunia.

Baca Juga  Hasil Piala FA - Robertson Bawa Liverpool ke Pesta Gol, Kalahkan Serigala

Sekitar 84% minyak mentah yang melalui Hormuz dialokasikan ke pasar Asia, seperti Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan. Karena begitu banyak produksi Teluk bergantung pada jalur ini, gangguan apa pun dapat menyebabkan ketidakstabilan harga minyak global.

3. Titik-Titik Lain yang Signifikan di Seluruh Dunia

Selain Malaka dan Hormuz, jalur-jalur lain juga berperan penting dalam distribusi minyak global. Terusan Suez serta Pipa SUMED mengangkut sekitar 4,9 juta barel per hari, menghubungkan Laut Merah dengan Mediterania.

Di sekitarnya, Selat Bab el-Mandeb mengangkut sekitar 4,2 juta barel per hari, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Di Eropa, Selat Denmark dan Selat Turki menjadi jalur utama untuk ekspor minyak Rusia serta Kaspia, dengan mengangkut sekitar 4,9 juta dan 3,7 juta barel per hari, masing-masing.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner After Content
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *