Rajiv DPR Berikan Bantuan PIP dan KIP untuk Anak Korban Longsor Cisarua Bandung Barat

Headline24 Dilihat

nusantarasibernews.com, JAKARTA – Anggota DPR RIAnggota Fraksi Partai Nasdem Rajiv memberikan bantuan berupa uang tunai pendidikan melalui program Indonesia Pintar (PIP) kepada anak-anak yang terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Distribusi bantuan uang pendidikan melaluiPIPhal itu disampaikan Rajiv saat berbuka puasa bersama para korban yang terdampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat pada Jumat, 6 Maret 2026.

Ia berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang terkena dampak bencana longsor.

“Di sini yang terkena dampak korban, anak-anak dari SD, SMP, dan SMA dapat menerima PIP dari saya, masukkan semua ke dalam PIP hingga selesai sekolah. Jadi, benar-benar yang terdampak bencana, terlebih jika anak tersebut yatim piatu. Saya meminta agar didata sehingga bisa mendapatkan program tersebut,” kataRajiv.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rajiv, memberikan bantuan uang tunai pendidikan melalui program Indonesia Pintar (PIP) kepada anak-anak yang terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dok. DPR RI

Oleh karena itu, Rajiv meminta kepada kepala desa agar melakukan pendataan terhadap anak-anak yang terkena dampak bencana longsor agar dapat mengikuti program Indonesia Pintar (PIP).

Bahkan, Rajiv menegaskan akan memberikan bantuan hingga selesai bagi pendidikan anak-anak korban yang kehilangan orang tua mereka atau menjadi yatim piatu.

“Khusus untuk anak-anak, terutama anak yatim piatu, jika diperlukan hingga mendapatkan KIP (Kartu Indonesia Pintar). Sekolah mulai dari SD, SMP, SMA hingga KIP,” kata anggota Komisi IV DPR RI ini.

Karena, Anggota legislatif dari daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Jawa Barat II yang mencakup Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat ingin memastikan bahwa pendidikan anak-anak yang terdampak bencana tetap berjalan. Setidaknya, menurutnya, satu masalah utama keluarga korban dapat terselesaikan terkait pendidikan anak-anak.

Baca Juga  Warren Buffet Bocorkan 7 Kebiasaan Harian untuk Bangun Kekayaan Besar

“Setidaknya satu masalah sekolah telah selesai, tinggal kita pikirkan kembali masalah tersebut bersama-sama pemerintah daerah dan kementerian lain,” tambahnya.

Selain itu, Rajiv juga berkeinginan untuk mendengarkan langsung kondisi kelompok tani yang terkena dampak bencana tanah longsor di Pasirlangu.

Menurutnya, banyak petani tanaman holtikultura di wilayah tersebut kehilangan lahan serta sumber penghasilan akibat bencana longsor.

“Saya juga hadir ingin bertemu dengan kelompok tani yang terkena dampak. Bagaimana cara menghidupkan kembali kelompok tani yang terdampak ini, tetapi dengan syarat tidak di lahan yang sebelumnya,” kata Rajiv.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mempertimbangkan relokasi lahan pertanian. Hal ini karena ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memiliki tanah tersebut.

“Mengapa kita menunggu pemerintah provinsi dan kabupaten? Karena mereka yang memiliki tanah tersebut, bukan kita anggota DPR atau kementerian yang bisa campur tangan untuk memindahkan lahan dari satu tempat ke tempat lain, kita tidak bisa,” tegas dia.

Setelah lokasi baru ditentukan oleh pemerintah daerah, menurut Rajiv, pihaknya siap memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan para petani holtikultura agar mereka dapat kembali berusaha bertani dan mampu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Nanti ketika lahan tersebut telah ditetapkan oleh provinsi atau kabupaten, tugas kami adalah menyediakan apa yang dibutuhkan oleh para petani holtikultura ini. Sehingga para petani holtikultura ini dapat bangkit kembali, melanjutkan hidupnya, dan mampu membiayai keluarganya lagi,” katanya.

Selain itu, Rajiv menyoroti potensi bencana alam yang sangat tinggi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, salah satunya disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan. Ia menjelaskan bahwa area yang saat ini ditanami tanaman holtikultura dahulunya merupakan hutan pinus yang memainkan peran penting dalam menyerap air. Ketika pohon-pohon tersebut ditebang, menurutnya, risiko terjadinya bencana semakin meningkat.

Baca Juga  6 zodiak yang bakal kaya raya di tahun kuda api 2026, siapa saja?

“Bandung Barat memiliki banyak potensi bencana karena alih fungsi lahan. Jadi, penyebab utamanya adalah alih fungsi lahan. Dulu wilayah ini merupakan hutan pinus, lalu ditebang dan diubah menjadi lahan pertanian, akhirnya tidak ada akar yang menyerap air. Itu masalah utamanya,” katanya.

Namun, Rajiv menyatakan bahwa bencana adalah hal yang tidak diharapkan oleh siapa pun. Saat ini, perhatian masyarakat Indonesia secara keseluruhan sangat besar terhadap Bandung Barat yang sedang mengalami longsoran.

“Saya menyampaikan belasungkawa atas kehilangan kerabat dekat. Di masa depan, marilah kita bersama-sama mengurus bagaimana pendidikan anak-anak yatim yang ditinggalkan keluarga dapat selesai dengan baik,” tutupnya.(fri/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *