⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Slot Iklan Default
Klik di sini untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

13 Hari Bener Meriah Masih Gelap, Jaringan Telkom dan Listrik Padam

Umum89 Dilihat

Ringkasan Berita:

  • Masih 13 hari setelah bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Bener Meriah, situasinya tetap terputus aksesnya.
  • Sayangnya, tidak hanya terisolasi dari akses jalan, jaringan listrik, dan jaringan komunikasi, tetapi hingga saat ini masih dalam keadaan “tidak berfungsi”.
  • Sebagai pemimpin utama di Bener Meriah, Tagore Abubakar masih merasa cemas mengenai pasokan beras karena persediaannya mulai menipis, hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.

Liputan Jurnalis Tribun Gayo Budi Fatria | Bener Meriah

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Slot Iklan Default
Klik di sini untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Umum, REDELONG –Sudah 13 hari setelah bencana banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Bener Meriah, situasinya masih mengalami isolasi dari segala jenis akses.

Sayangnya, tidak hanya terisolasi dari akses jalan, jaringan listrik, dan jaringan komunikasi, hingga saat ini juga masih dalam keadaan “tidak berfungsi”.

Sayangnya, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas Elpiji kini sulit ditemukan di Bener Meriah.

Meskipun ada, harganya tidak murah, bisa sangat tinggi, misalnya BBM jenis Pertamax dijual di tempat penjualan eceran dengan harga Rp 60.000-80.000 per liter.

Tidak hanya itu, harga barang kebutuhan pokok kini meningkat tajam, misalnya beras kini sulit ditemukan dan harganya sangat tidak wajar.

Masyarakat hanya mampu menerima situasi yang terjadi di Bener Meriah saat ini.

Jaringan listrik dan telekomunikasi di Bener Meriah masih belum pulih.

Namun, untuk bantuan kepada masyarakat, kita terus mendorongnya ke desa-desa, baik melalui darat maupun udara,” kata Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, Minggu (7/12/2025).

Namun, sebagai pemimpin utama di Bener Meriah, ia masih khawatir mengenai pasokan beras karena persediaannya mulai berkurang, hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.

Bener Meriah, jelas sawahnya sangat sedikit menurut Tagore.

“Panen padi kami hanya cukup untuk dikonsumsi selama sebulan, kebutuhan selama 11 bulan yang tersisa harus diimpor dari luar daerah,” katanya.

Namun, ia tidak tinggal diam, akan berupaya agar logistik seperti beras bisa kembali dikirim ke Bener Meriah melalui udara, karena ini merupakan akses satu-satunya saat ini.

Beberapa masyarakat kita mulai membeli beras dan kebutuhan lainnya dari daerah Bireuen dan Lhokseumawe dengan berjalan kaki. Kami berharap situasi seperti ini segera pulih,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh warga di Bener Meriah untuk tetap tenang.

Masyarakat yang menanam tanaman tetap menjalani kegiatan sehari-hari, namun tetap waspada, agar hasil kopi kita bisa dibeli oleh seseorang, dan jangan terpanik, karena pemerintah masih berada di sini.

Kita tidak boleh menyerah, kita tetap berjuang bersama masyarakat agar perekonomian dapat bangkit kembali,” tutupnya.

Buka Akses Jalan KKA

Untuk membuka akses yang terisolasi, Pemkab Bener Meriah saat ini juga sedang melakukan perbaikan jalan KKA yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh Utara.

Akses jalan KKA ini saat ini kita lalui, sementara untuk jalan kaki dan kendaraan roda dua sudah dapat digunakan.

Sementara kendaraan empat roda mungkin akan bisa melintas dalam dua minggu ke depan, khususnya mobil berukuran kecil seperti double cabin dan lainnya, tetapi untuk mobil berukuran besar belum dapat,” ujar Tagore.

Menurut Tagore, Bener Meriah secara keseluruhan terisolasi, bahkan untuk menuju pusat kabupaten saja terdapat beberapa kecamatan yang masih terisolasi.

Masyarakat kita sangat bersedia bekerja sama dalam membangun jalan-jalan darurat.

Dan juga kontraktor kami membantu membuka akses jalan yang terisolasi secara gratis, sebagian di antaranya memang pelit, hal ini akan kami catat,” tegas Tagor.

Enam Kecamatan Masih Terisolir

Berdasarkan data pengumpulan peristiwa bencana alam di Bener Meriah, hingga Sabtu 6 Desember 2025 pukul 21.00 WIB, total desa yang terputus aksesnya mencapai 72 desa yang meliputi enam kecamatan.

“Ada enam kecamatan yang masih terisolasi,” kata Kepala Dinas Kominfo, Bener Meriah, Ilham Abdi, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya, enam kecamatan tersebut antara lain, Kecamatan Mesidah, Syiah Utama, Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Permata, dan Timang Gajah.

“Total jumlah penduduk yang terisolir mencapai 46.611 jiwa,” ujar Ilham.

Sementara itu, data korban meninggal dunia menurut Ilham tercatat sebanyak 35 orang, hilang 28 orang, luka-luka 144 orang, serta pengungsi sebanyak 28.888 orang.(*)

Baca Juga  25 ucapan Hari Ibu 2025 yang menyentuh, cocok untuk caption media sosial
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Slot Iklan Default
Klik di sini untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *