⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner Header Atas
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Kronologi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, 5 Orang Tewas dan Puluhan Luka

Berita, Headline33 Dilihat

JAKARTA, Nusantara Siber News — Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menimbulkan kepanikan dan duka mendalam. Hingga Selasa pagi, tercatat lima orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 20.55 WIB, saat rangkaian KRL tengah berhenti di jalur.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Tengah Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Berdasarkan kronologi awal, KRL Commuter Line terpaksa berhenti setelah terjadi gangguan di lintasan, yakni insiden mobil taksi yang tertabrak di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal, Bekasi.

Saat kondisi KRL masih tertahan di jalur, KA Argo Bromo Anggrek dengan rute Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dari arah belakang dan menabrak rangkaian KRL.

Benturan keras pun tak terhindarkan.

Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong terakhir KRL hingga menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang.

Bagian gerbong dilaporkan ringsek berat sehingga menyulitkan proses evakuasi para penumpang yang terjebak di dalam.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut dan memastikan proses evakuasi dilakukan dengan cepat.

“Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur,” ujar Dudy dalam keterangannya.

Ia mengatakan pemerintah memprioritaskan keselamatan korban dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses penyelamatan di lokasi kejadian.

Dudy juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal.

Hingga Selasa pagi, proses pendataan korban masih terus dilakukan.

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk tim penyelamat serta operator kereta api.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang.

Baca Juga  Anak Usia 7 Tahun Terseret Arus Kali Citarum, Danramil dan Kapolsek Pebayuran Tinjau Langsung ke TKP

Selain itu, masih terdapat sekitar tiga penumpang yang sempat terjebak saat proses evakuasi berlangsung.

Sementara itu, sebanyak 79 korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Beberapa rumah sakit yang menangani korban di antaranya RS Primaya Bekasi, RSUD Bekasi, RS Viola Bekasi, serta Mitra Keluarga Bekasi.

Untuk mempercepat penanganan darurat, PT KAI juga mendirikan posko tanggap darurat di area Stasiun Bekasi.

Proses evakuasi di lokasi berlangsung cukup sulit karena petugas harus memotong bagian gerbong yang ringsek untuk menyelamatkan korban yang terjepit.

Gerbong khusus perempuan menjadi titik evakuasi paling berat karena mengalami kerusakan paling parah akibat benturan.

Dari sisi operasional, PT KAI memastikan sebagian jalur kereta telah kembali berfungsi setelah proses evakuasi rangkaian dan kendaraan di lokasi dilakukan.

Pemerintah menegaskan investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kementerian Perhubungan juga mendukung langkah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama pihak terkait dalam proses penyelidikan insiden tersebut. (*)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner After Content
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *