Pemerintah Bersiap Hadapi Perang Global: APBN Aman, Stok BBM Cukup 20 Hari

Headline32 Dilihat

nusantarasibernews.com.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah memastikan kondisi anggaran negara tetap kuat dalam menghadapi peningkatan global, termasuk kemungkinan kenaikan harga minyak internasional. Selama ketidakstabilan tidak terjadi secara ekstrem, dampaknya dianggap mampu ditangani dalam APBN tahun ini.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah telah melakukan pengujian terhadap berbagai kemungkinan harga minyak untuk jangka waktu satu tahun mendatang. Perhitungan tersebut menjadi dasar dalam menjaga stabilitas keuangan negara di tengah ketidakpastian global.

“Jika krisis ini berlangsung lama, apakah anggaran bisa bertahan, bagaimana kondisi anggarannya. Menurut analisis kami saat ini masih cukup baik, jadi tidak ada masalah,” kata Purbaya di Istana, Selasa (3/3/2026) malam.

Menurutnya, kinerja penerimaan negara menunjukkan peningkatan yang signifikan di awal tahun. Penerimaan pajak dan bea cukai pada bulan Januari hingga Februari 2026 dilaporkan meningkat sekitar 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Itu angka yang sangat penting. Artinya terjadi peningkatan yang signifikan dalam perekonomian dan perilaku masyarakat, pajak serta cukai,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah telah memperhitungkan berbagai kemungkinan kenaikan harga minyak pada tingkat tertentu dalam satu tahun anggaran. Jika kenaikan tetap berada dalam batas yang direncanakan, APBN dianggap mampu menangani tekanan tersebut.

“Maka masih dapat ditangani jika harga minyak naik. Jika terlalu tinggi, tetapi jika benar-benar ekstrem kita akan menghitung ulang,” katanya.

Stok BBM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, persediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih stabil hingga 20 hari. Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (2/3/2026).

Bahlil selanjutnya menyampaikan rencana untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan (storage) persediaan bahan bakar minyak (BBM), yang sebelumnya hanya mencapai 25–26 hari, kini telah meningkat menjadi 90 hari atau tiga bulan. “Faktanya, ketahanan energi kita,”storagekami hanya mampu mencapai angka 25–26 hari, tidak melebihi itu,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi terhadap Sektor ESDM yang diselenggarakan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pernyataan tersebut merespons perbandingan antara ketahanan energi Indonesia dan Jepang. Persediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hanya mampu bertahan kurang dari 30 hari, sedangkan Jepang memiliki persediaan BBM yang cukup untuk 254 hari ke depan.

Baca Juga  Cek Jadwal Bus AKAP Bali ke Jawa Sabtu (7/3), Tiket Mudik Segera Dibuka!

Ketimpangan tersebut disebabkan terbatasnya storageatau cadangan bahan bakar minyak yang dimiliki Indonesia.

“Sekarang, jika kita mengimpor sebanyak itu (Jepang), di mana kita akan menyimpan BBM-nya? Itu adalah masalah kita,” katanya.

Oleh karena itu, sambung Bahlil, pemerintah saat ini sedang berusaha membangunstoragedengan kapasitas mencapai 90 hari atau tiga bulan agar sesuai dengan standar internasional. Saat ini studi kelayakan (feasibility study) pembangunan storage sedang berlangsung. Bahlil menargetkan storagedimulai dibangun pada tahun 2026 dan direncanakan akan berada di Sumatera.

Untuk ketahanan minyak saat ini, Bahlil menyampaikan cadangan minyak mentah (crude), BBM, dan LPG secara umum berada di atas ambang batas minimum ketahanan nasional. Standar minimum yang ditentukan pemerintah adalah sebesar 23 hari.

Jadi, mengenai persiapan hari raya Idul Fitri, bulan puasa, alhamdulillah saya menyampaikan bahwa stok BBM,crude, LPG secara umum melebihi standar minimum nasional,” kata Bahlil.

Kestabilan pasokan energi Indonesia menjadi perhatian masyarakat dalam situasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Sebuah kapal terlihat berlabuh di dekat pantai Dubai, Uni Emirat Arab, setelah Iran menutup Selat Hormuz, 1 Maret 2026. – (EPA/Stringer)

 

Pada hari Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melakukan rangkaian serangan terhadap beberapa target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa dari kalangan sipil. Iran kemudian merespons dengan melepaskan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada hari Minggu (1/3), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dalam serangan bersama Amerika Serikat dan Israel. Stasiun televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.

Media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup setelah serangan Amerika Serikat dan Israel, meski belum ada pengumuman resmi mengenai pembatasan lalu lintas yang formal.

Selat Hormuz menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak global serta jumlah besar ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab. Sekitar 20 persen penggunaan minyak harian dunia, atau sekitar 20 juta barel, melewati jalur tersebut.

Baca Juga  Hasil Piala FA - Robertson Bawa Liverpool ke Pesta Gol, Kalahkan Serigala

Bahlil menyatakan pemerintah telah menyiapkan rencana cadangan setelah penutupan Selat Hormuz akibat perselisihan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Tindakan ini dilakukan guna menghadapi dampak yang berkepanjangan terhadap pasokan energi global serta kestabilan di dalam negeri.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah memimpin rapat perdana Dewan Energi Nasional (DEN) berdasarkan arahan Presiden di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Rapat yang berlangsung sekitar dua jam tersebut membahas perkembangan global serta dampaknya terhadap ketahanan energi nasional.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita prediksi kapan akan berakhir. Bisa saja segera berakhir, bisa juga memakan waktu lebih lama,” ujar Bahlil.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pasokan energi global dengan lalu lintas sekitar 20,1 juta barel minyak per hari. Jalur ini juga menjadi bagian dari impor minyak mentah (crude) Indonesia dari Timur Tengah.

Berdasarkan penilaian pemerintah, ketergantungan Indonesia terhadapcrudeyang melintasi Selat Hormuz mencakup 20–25 persen dari total impor yang berasal dari wilayah tersebut. Sisanya disuplai dari Afrika, termasuk Angola, serta Amerika Serikat dan Brasil.

Dalam skenario yang berbeda, pemerintah akan mengalihkan sebagian pengadaancrudedari Timur Tengah ke Amerika Serikat untuk memastikan kelancaran pasokan. “25 persen dari totalcrudeApa yang kita pesan dari Timur Tengah akan diarahkan. Ya, 25 persen,” kata Bahlil.

Untuk produk BBM, Indonesia tidak melakukan impor dari wilayah yang sedang mengalami konflik. Impor bensin RON 90, 93, 95, dan 98 berasal dari negara di luar Timur Tengah, termasuk Asia Tenggara, melalui skema kontrak jangka panjang.

Kebutuhan impor nasional terhadap komoditas LPG mencapai 7,3 juta ton per tahun dan meningkat menjadi 7,8 juta ton pada tahun ini. Sekitar 70 persen dari pasokan berasal dari Amerika Serikat, sedangkan sisanya sebesar 30 persen berasal dari Timur Tengah. Pemerintah memberikan opsi pengalihan tambahan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan.

Bahlil juga menyampaikan bahwa dua kapal yang melewati Selat Hormuz mengalami dampak dari situasi keamanan dan saat ini sedang berupaya diselesaikan melalui jalur diplomatik. “Kita sedang melakukan upaya diplomasi agar ditemukan solusi yang lebih baik agar mereka bisa dikeluarkan. Jika pun tidak dapat dikeluarkan, kita sudah mencari alternatif untuk mencari sumber lain.”crudedari yang lain, dan telah mendapat,” katanya.

Baca Juga  Berita Pendidikan Terbaru Hari Ini: 5 Fakta Mengejutkan tentang Sistem Pendidikan Baru yang Akan Mengubah Masa Depanmu

Kenaikan harga minyak mentah juga menjadi perhatian. Asumsi Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) dalam APBN sebesar 70 dolar AS per barel, sedangkan harga saat ini berada di kisaran 78–80 dolar AS per barel. Pemerintah mengevaluasi dampaknya terhadap subsidi serta kemungkinan penerimaan negara tambahan, mengingat produksi nasional mencapai sekitar 600 ribu barel per hari.

Ahli energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, memperkirakan harga minyak global dapat meningkat hingga 100 dolar AS per barel dari kisaran 72 dolar AS per barel dalam skenario penutupan Selat Hormuz.

“Jika ditutup saat ini, besok lusa bisa langsung mencapai 90–100 dolar AS per barel,” kata Yayan di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Selat Hormuz adalah jalur laut penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, berada di antara negara Oman dan Iran, serta menjadi jalur utama dalam perdagangan energi internasional.

Lautan ini menjadi jalur yang mengalirkan sekitar 20% dari total ekspor minyak global, termasuk sebagian besar pasokan minyak dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak sebelum dikirim ke pasar internasional.

Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa Selat Hormuz menjadi titik penting dalam perselisihan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Jika Iran menghentikan akses melalui Selat Hormuz, harga minyak akan meningkat sebesar 50 persen,” katanya.

Oleh karena itu, Yayan menyampaikan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak dapat dihindari bagi Indonesia yang mengimpor minyak dari kawasan Timur Tengah. Bahkan tanpa adanya penutupan Selat Hormuz, menurutnya, konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah bisa menyebabkan kenaikan harga minyak sebesar 10–25 persen.

Mengingat kenaikan harga minyak yang melebihi perkiraan makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yaitu sebesar 70 dolar AS per barel, ia menegaskan perlunya pemerintah mempersiapkan kemungkinan peningkatan anggaran.

“Masih diperlukan peningkatan efisiensi, tapi apakah pemerintah bersedia?” katanya.

Pengemudi mengisi bahan bakar pertalite di SPBU yang berada di wilayah Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Senin (13/5/2024). – (nusantarasibernews.com/Thoudy Badai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *