Bakesbangpol Kabupaten Tangerang Tingkatkan Kapasitas Ormas, 42 Elemen Hadir
TANGERANG — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemasyarakatan di Hotel Yasmin, Jalan Raya Binong No. 8, Binong, Kecamatan Curug, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan, sebagaimana tertuang dalam surat undangan resmi Bakesbangpol Nomor B/200.1.4/M/I/IX/BKBP/2026 tanggal 1 Agustus 2026.
Forum tersebut dihadiri sekitar 42 perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yayasan hingga perwakilan media di Kabupaten Tangerang. Salah satu organisasi yang turut hadir yakni DPD IWOI Kabupaten Tangerang.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tangerang, Ir. Muhammad Solehudin, M.Si. Sejumlah narasumber turut memberikan materi, di antaranya Saiful Bahri dari Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) yang membawakan materi mengenai UMKM Warung Madura.
Sementara itu, persoalan sampah dan cara pengelolaannya turut menjadi pembahasan yang disampaikan oleh Edward Afriatna, S.H. Adapun Abdul Ghofur, S.STP., M.Si. dari Kementerian Dalam Negeri memberikan materi mengenai peningkatan kapasitas organisasi kemasyarakatan.
Bakesbangpol Dorong Ormas Profesional dan Tertib Administrasi
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tangerang, Ir. Muhammad Solehudin, M.Si., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Solehudin, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, stabilitas politik, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Organisasi kemasyarakatan memiliki peran besar dalam menjaga persatuan, stabilitas politik, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan penguatan kapasitas ini, kami berharap ormas, LSM, yayasan dan media di Kabupaten Tangerang dapat berjalan secara profesional, tertib administrasi, dan selaras dengan program pemerintah,” ujar Solehudin.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas juga diarahkan untuk mencegah potensi konflik sosial sekaligus memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan dalam menghadapi berbagai isu kebangsaan.
“Saya mengajak semua elemen ormas di Kabupaten Tangerang untuk berkomitmen menjaga iklim di Tangerang agar tetap kondusif. Mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan mendukung program pemerintah demi kemajuan daerah,” ajaknya.
Kemendagri: Ormas Harus Berani Berinovasi
Narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Abdul Ghofur, S.STP., M.Si., menekankan pentingnya organisasi kemasyarakatan memiliki tata kelola yang profesional, mandiri, dan akuntabel.
“Ormas hari ini tidak bisa hanya berjalan seperti biasa. Harus ada lompatan inovasi karena inovasi adalah salah satu kekuatan sosial dalam pembangunan. Ormas harus kreatif, berani membuat program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, memiliki tata kelola yang tertib, dan mampu mandiri,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa profesionalitas organisasi dapat ditunjukkan melalui tata kelola yang transparan serta konsistensi dalam menjalankan AD/ART.
Sementara itu, kemandirian organisasi dapat diwujudkan melalui kemampuan menggali sumber daya secara mandiri dan menciptakan program yang berkelanjutan.
“Kalau ormas kreatif dan inovatif, maka kepercayaan publik akan tumbuh. Dan ketika kepercayaan itu ada, ruang gerak ormas untuk berkontribusi akan semakin luas,” jelasnya.
IWOI Sambut Baik Penguatan Kapasitas Organisasi
Ketua DPD IWOI Kabupaten Tangerang, Sopiyan, menyambut baik kegiatan yang digagas oleh Bakesbangpol Kabupaten Tangerang tersebut.
“DPD IWOI Kabupaten Tangerang menyambut baik kegiatan yang digagas Bakesbangpol ini. Peningkatan kapasitas sangat penting agar ormas, LSM, yayasan, dan media bisa bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah dan menjaga kondusivitas,” ungkap Sopiyan.
Menurutnya, forum tersebut memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai regulasi, tertib administrasi, serta peran strategis organisasi dalam mengawal berbagai isu sosial kemasyarakatan.
“Kami dari insan pers juga siap menjadi jembatan informasi yang objektif antara pemerintah dan masyarakat. Sinergi ini harus terus dibangun agar program-program pemerintah bisa sampai dan dipahami masyarakat secara luas,” tambahnya.
Sopiyan berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan tidak hanya dalam bentuk seminar, tetapi juga melalui pelatihan serta pendampingan langsung kepada organisasi di tingkat kecamatan dan desa.
Ia juga mengapresiasi Bakesbangpol Kabupaten Tangerang yang telah memfasilitasi forum silaturahmi dan diskusi tersebut, sekaligus berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti melalui pelatihan teknis, pendampingan administrasi, serta pelibatan organisasi dalam berbagai kegiatan pembangunan daerah. (Red)










