Menteri Erick Thohir Puji Fasilitas Pelatihan Paralimpiade di Karanganyar

Headline30 Dilihat

nusantarasibernews.comMenteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, memberikan pujian terhadap fasilitas yang tersedia di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah.

Erick berkesempatan mengunjungi Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada hari Sabtu (14/2/2026).

Erick Thohir mengunjungi berbagai fasilitas olahraga yang telah tersedia di lahan seluas 80.262 meter persegi tersebut.

Ada sembilan lapangan olahraga yang telah selesai dibangun pada tahap pertama.

Di antaranya adalah sepak bola untuk atlet cerebral palsy, atletik, renang, menembak, boccia, tenis meja, angkat berat, bulu tangkis, dan judo, serta laboratorium ilmu olahraga.

PPPI Delingan memiliki asrama atlet yang terdiri dari 138 kamar untuk 280 orang serta dilengkapi dengan ruang makan yang dapat menampung 400 orang.

Erick Thohir merasa kagum terhadap fasilitas yang tersedia bagi atlet disabilitas Indonesia.

“Sekarang saya melihat sendiri, ini fasilitas yang sangat luar biasa,” ujar Erick Thohir kepada para jurnalis, termasuk nusantarasibernews.com.

Tadi saya mendengar bahwa ini adalah yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara.

Artinya, melalui usaha keras NPC Indonesia, para pejabat, pelatih, dan atlet, pemerintah menunjukkan kehadirannya.

“Pasti pemerintah tidak membedakan dukungan fasilitas terhadap semua kegiatan NPC,” katanya.

Selanjutnya, Erick Thohir telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, terkait pengembangan tahap kedua.

Erick berharap semua rencana yang telah disusun di PPPI dapat selesai.

“Langkah pertama telah berjalan dengan baik. Untuk langkah kedua, kita akan coba memikirkan bagaimana menyelesaikannya agar fasilitas ini selesai,” kata Erick Thohir.

Menteri Pemuda dan Olahraga menambahkan, pihaknya akan terus memantau perawatan PPPI dalam jangka panjang agar kualitasnya tetap terjaga.

Baca Juga  Kecamatan Pebayuran Menggelar Upacara HUT RI 78 Pengibaran Bendera Sangsaka Merah Putih Di Lapangan Basuki Rahmat

Erick Thohir tidak menginginkan fasilitas PPPI dibiarkan terlantar setelah semua proyeknya selesai.

Insya Allah, Kemenpora juga akan memberikan bantuan biaya perawatan melalui sistem hibah.

“Semoga nanti semuanya berjalan dengan baik dan aset terunggul pertama di Asia Tenggara tetap menjadi yang terbaik,” ujar Erick Thohir.

Pada kunjungan ini, Erick Thohir didampingi oleh Senny Marbun yang menjabat sebagai ketua umum National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia).

Senny menyebut keberadaan PPPI sebagai sumber kebanggaan dan wujud apresiasi yang luar biasa dari pemerintah.

“Kami bangga melihat fasilitas yang tersedia di (PPPI) Delingan. Ini adalah kontribusi dari negara bagi Paralimpiade Indonesia,” kata Senny.

Semoga di masa depan kita terus berkembang dan mampu membanggakan nama bangsa serta negara.

“Pastinya kita juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga yang telah hadir di tengah-tengah kami, memberikan semangat luar biasa, agar kita berjuang di panggung internasional,” kata Senny Marbun.

Kejar Tiket ke Nagoya

NPC Indonesia bekerja sama dengan Kemenpora saat ini sedang berkomitmen penuh dalam mengejar prestasi di Asian Para Games 2026.

Perhelatan empat tahunan yang akan diadakan di Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober 2026, merupakan kelanjutan dari estafet keberhasilan setelah meraih 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu dalam ASEAN Para Games 2025.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyampaikan bahwa terdapat 150 atlet gabungan dari Pelatnas dan SKODI yang secara berkala dikirimkan untuk memperoleh poin peringkat melalui ajang tunggal.

Kami mengirimkan hampir 150 atlet gabungan Pelatnas dan SKODI untuk mengikuti babak kualifikasi, mencari poin peringkat maupun poin partisipasi agar dapat memastikan sebanyak mungkin atlet melaju ke Nagoya. Kami berharap setidaknya 120 atlet bisa lolos,” ujar Rima Ferdianto.

Baca Juga  Pembuktian Kekeluargaan di Balik Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip

Namun demikian, Rima menjelaskan tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia dalam Asian Para Games 2026.

Atlet-atlet catur yang berhasil meraih 10 emas, 7 perak, dan 8 perunggu dalam penyelenggaraan 2022 di Hangzhou, Tiongkok, tidak akan berlaga di Nagoya.

Meskipun tim catur berhasil meraih medali di Hangzhou, Indonesia mampu memastikan posisi lima besar dalam perolehan medali Asian Para Games 2022 dengan total 29 emas, 30 perak, dan 36 perunggu.

“Untuk target saat ini, kita bersikap realistis (target) di sepuluh besar karena ada satu cabang olahraga (para catur) yang menjadi andalan yang meraih sepuluh emas tetapi sekarang tidak dipertandingkan. Oleh karena itu, kita akan berusaha untuk masuk sepuluh besar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *