JAKARTA, NUSANTARA SIBER NEWS– Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri memerintahkan kader partainya untuk mendirikan dapur umum milik Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI-P yang ditujukan bagi seluruh korban bencana di Sumatera tanpa memandang latar belakang partai.
Perintah ini disampaikan oleh Megawati dalam pidatinya pada acara Seminar Mitigasi Bencana dan Bantuan Korban yang diadakan oleh PDI-P di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
“Di Baguna ini saya akan membuat dapur umum. Jadi tidak ada lagi perintah, ketika Baguna turun (ke lokasi bencana Sumatera) mereka langsung membuka dapur umum,” tegas Megawati dalam pidatonya, Jumat.
Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menekankan bahwa dapur umum Baguna didirikan berdasarkan tindakan kemanusiaan murni, bukan sebagai alat kampanye.
“Dapur umum ini tidak hanya khusus bagi anggota partai, tidak. Siapa saja yang terkena dampak, siapa pun yang membutuhkan makanan, diizinkan untuk makan di tempat kami. Ini bukan urusan partai, ini murni urusan kemanusiaan,” katanya.
Selanjutnya, Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut menyampaikan bahwa pentingnya menyesuaikan jenis makanan dengan kondisi iklim di lokasi bencana.
Ia menilai bahwa penyajian makanan dari dapur umum milik PDI-P perlu tetap hangat dan layak disajikan.
“Dapur biasanya perlu menyediakan makanan yang hangat. Bukan berarti makanan yang basah secara literal, tetapi karena suasana yang lembap (hujan atau banjir), maka makanan yang hangat sangat diperlukan,” katanya.
Diketahui, setelah lebih dari dua minggu sejak bencana terjadi, masih banyak wilayah yang terpencil dan masyarakat yang memerlukan dukungan.
Sampai saat ini, proses penangangan bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera masih terus berlangsung dan dilakukan secara cepat oleh pemerintah.
Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Kamis (18/12/2025), jumlah korban jiwa mencapai 1.068 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan.
Sebelumnya pada hari Rabu (17/12/2025), jumlah korban yang meninggal mencapai 1.059 jiwa.
Jumlah korban meninggal sebanyak 1.068 orang, tersebar di tiga provinsi dengan rincian 456 jiwa di Aceh, 366 jiwa di Sumatera Utara, dan 246 jiwa di Sumatera Barat.












