⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner Header Atas
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

China mengumumkan temukan cadangan emas bawah laut terbesar di Asia!

Umum91 Dilihat

NUSANTARA SIBER NEWS, JAKARTA – Tiongkok mengklaim telah menemukan cadangan emas bawah laut terbesar di Asia di sekitar pantai Shandong, memperkuat ambisi Beijing untuk memperkuat sumber daya strategisnya di tengah kenaikan harga emas secara global.

Melansir South China Morning Postpada hari Senin (22/12/2025), penemuan cadangan emas tersebut berada di perairan lepas pantai Laizhou, Kota Yantai, Provinsi Shandong.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Tengah Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Pemerintah Kota Yantai mengungkapkan, temuan ini menambah total cadangan emas yang telah terbukti di Laizhou menjadi lebih dari 3.900 ton atau sekitar 137,57 juta ons. Angka tersebut setara dengan 26% dari seluruh cadangan emas nasional Tiongkok.

Berkat pencapaian ini, Laizhou kini berada di posisi terdepan di Tiongkok baik dari segi cadangan maupun produksi emas.

Data temuan tersebut diungkapkan dalam konferensi hasil rencana pembangunan lima tahun yang sedang berlangsung serta rencana untuk periode lima tahun berikutnya. Meskipun demikian, pihak berwenang belum memberikan informasi detail mengenai jumlah cadangan emas yang terletak di bawah laut tersebut.

Temuan ini merupakan bagian dari rangkaian penemuan emas terbaru yang menunjukkan bahwa cadangan emas Tiongkok jauh lebih besar daripada diperkirakan sebelumnya.

Bulan lalu, Tiongkok mengumumkan penemuan cadangan emas berukuran besar dengan kadar rendah di Provinsi Liaoning, bagian timur laut Tiongkok, yang memiliki cadangan terkonfirmasi sebesar 1.444,49 ton atau sekitar 50,95 juta ons.

Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok menggambarkannya sebagai temuan cadangan emas terbesar sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949.

Pada bulan yang sama, pihak berwenang Tiongkok juga mengumumkan penemuan cadangan emas di Pegunungan Kunlun, dekat perbatasan barat Wilayah Otonomi Uighur Xinjiang, dengan perkiraan cadangan melebihi 1.000 ton atau sekitar 35,27 juta ounce.

Baca Juga  Harga Cabai dan Bawang Merah Turun Drastis, Bapanas Catat Penurunan Serentak Pangan Nasional

Seperempat Cadangan Emas

Sebelumnya, pada November 2023, Pemerintah Provinsi Shandong mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki sekitar seperempat dari cadangan emas nasional Tiongkok, termasuk lebih dari 3.500 ton emas di Semenanjung Jiaodong. Wilayah ini merupakan sabuk tambang emas terbesar ketiga di dunia dan menjadi tempat Laizhou.

Tiongkok kini menjadi penghasil bijih emas terbesar di dunia. Berdasarkan Asosiasi Emas Tiongkok, produksi emas dalam negeri mencapai 377 ton atau sekitar 13,3 juta ounce pada tahun lalu.

Meskipun memimpin dalam produksi, Tiongkok masih kalah dari negara-negara seperti Afrika Selatan, Australia, dan Rusia terkait cadangan emas yang telah terbukti.

Selain berfungsi sebagai alat perlindungan terhadap fluktuasi mata uang dan risiko keuangan, emas juga memainkan peran penting dalam berbagai penggunaan industri, seperti komponen elektronik dan aeroangkasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok terus memperluas eksplorasi sumber daya mineral dengan memanfaatkan teknologi terkini. Para ahli geologi Tiongkok menciptakan berbagai alat canggih, mulai dari kecerdasan buatan (AI), sistem radar tanah paling kuat di dunia, hingga satelit eksplorasi mineral yang akurat.

Semangat eksplorasi ini juga menghasilkan temuan di luar sektor emas. Sebuah jenis mineral baru yang diberi nama Jinxiuite oleh para peneliti Tiongkok telah diakui oleh Asosiasi Mineralogi Internasional, seperti dilaporkan Xinhua pada hari Jumat.

Mineral tersebut merupakan senyawa yang terdiri dari nikel, bismut, antimon, dan arsenik, yang mengandung logam penting untuk sektor-sektor strategis seperti penerbangan, kimia, serta produksi baterai. Penemuan ini dianggap penting karena Tiongkok sedang menghadapi krisis pasokan kobalt yang cukup parah.

Pada tahun sebelumnya, Tiongkok mengucurkan dana investasi senilai 115,99 miliar yuan, yang setara dengan sekitar 16,47 miliar dolar AS, untuk kegiatan eksplorasi geologi.

Baca Juga  Pengumuman UMP Riau 2026 Tunggu Persetujuan Plt Gubernur

Sejak rencana pembangunan lima tahun dimulai pada 2021, total pengeluaran untuk eksplorasi mineral telah mendekati 450 miliar yuan, menghasilkan sekitar 150 lokasi cadangan mineral baru, menurut Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok.

Temuan-temuan ini terjadi di tengah kenaikan harga emas global yang berkelanjutan, didorong oleh fluktuasi mata uang, ketegangan politik internasional, serta pembelian besar-besaran dari bank sentral, khususnya di negara-negara berkembang yang berusaha memperluas portofolio cadangan devisa mereka.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Banner After Content
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *